Indonesia U-19 Selangkah Lagi Menuju Piala Dunia U-20


Egy Maulana Vikri (kanan), Syahrian Abimanyu (kiri) dan Hanis Saghara Putra berpelukan usai Indonesia mengalahkan Uni Emirat Arab dalam penyisihan Grup A Piala Asia U-19 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Rabu (24/10/2018).

Selangkah lagi tim nasional Indonesia U-19 akan lolos ke Piala Dunia U-20 2019. Tiket itu bakal didapat jika mereka lolos ke semifinal Piala AFC U-19. Seluruh tim yang lolos ke babak empat besar otomatis akan bertarung di Polandia pada 25 Mei-16 Juni tahun depan.

Lawan yang harus ditaklukkan memang berat. Pasukan Indra Sjafri mesti mengalahkan Jepang, juara Piala AFC U-19 2016, pada perempat final di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Minggu (28/10/2018), pukul 19.30 WIB.

Indonesia U-19 pernah dua kali berhadapan dengan tim dari Negeri Matahari Terbit itu dan selalu kalah. Pertama kalah 0-7 pada Piala AFC U-19 2009 dan kemudian 1-4 dalam laga persahabatan pada 25 Maret 2018 di SUGBK.

Selain itu, tim yang dilatih Masanaga Kageyama tersebut juga tampil sempurna pada babak penyisihan. Mereka beruturut-turut mengalahkan Korea Utara (5-2), Thailand (3-1), dan Irak (5-0) untuk menjadi juara Grup B.

Sementara Indonesia adalah runner up Grup A dengan enam poin hasil dua kali menang--atas Taiwan dan Uni Emirat Arab--dan sekali kalah dari juara grup, Qatar.

Tantangan memang berat, tetapi Indra Sjafri menyatakan sudah mengetahui kelebihan dan kekurangan lawan dan telah mempersiapkan taktik untuk meredam lawan. Pelatih berusia 55 tahun itu juga mengaku sudah mempunyai cara untuk mengubah tekanan menjadi motivasi bagi para Garuda Muda.

"Saya setiap hari mengajak aura positif untuk ke seluruh pemain. Kami akan berjuang demi meraih kemenangan melawan Jepang. Yang jelas anak-anak sudah siap tempur untuk laga besok," ujar Indra dalam situs resmi PSSI, Sabtu (27/10).

"Para pemain bertekad bahwa laga besok ibarat final jadi harus bermain maksimal, konsentrasi, dan disiplin. Saya berharap besok suporter yang memenuhi Stadion GBK memberikan dukungan yang santun, perlihatkan kultur bangsa. Jangan pressure untuk mengubah game plan kita."

Ia menegaskan bahwa lolos ke Piala Dunia U-20 adalah impian dirinya dan para pemain. Bertanding tepat pada Hari Sumpah Pemuda ke-90, juga menjadi motivasi tersendiri bagi Garuda Muda untuk mencatatkan nama mereka dalam sejarah.

"Fokus semangat Sumpah Pemuda adalah momentum. Jika dulu momentumnya adalah memerdekakan diri dari penjajah, maka sekarang momentumnya adalah untuk memerdekakan sepak bola Indonesia," tutur Indra.

Sang pelatih juga berharap 70.000 penonton akan datang ke SUGBK dan memberi pengaruh positif kepada para pemain.

Saat ditanya pendapatnya mengenai "Lione Messi dari Jepang", Takefusa Kubo, Indra menegaskan bahwa dia adalah pelatih yang fokus pada 11 pemain di lapangan.

"Butuh 11 pemain di lapangan dan saya pikir satu pemain takkan bisa membuat perbedaan," ujarnya.

Mengenai bintang Indonesia, Egy Maulana Vikri, yang harus keluar lapangan karena cedera saat menghadapi Uni Emirat Arab, Indra mengatakan pemain serba bisa itu sudah sembuh dan siap dimainkan.

Dengan demikian, hanya Nurhidayat Haji Haris yang tak bisa diturunkan. Bek tengah dan juga kapten Indonesia U-19 itu mendapat kartu merah saat menghadapi UEA.

"Tentu saja, kami akan membuat mimpi bangsa untuk lolos ke Piala Dunia menjadi kenyataan," tandas Indra Sjafri.

Sementara, pelatih Jepang Kageyama ingin melihat SUGBK benar-benar dipenuhi penonton ketika timnya melawan tuan rumah nanti.

"Jelas akan ada tekanan dan stres, tetapi itu normal. Jika mereka ingin menjadi pemain internasional dalam waktu dekat, ini adalah pengalaman yang bagus dan perlu bagi mereka," kata Kageyama.

"Saya menantikan laga berlangsung di depan penonton yang memenuhi stadion dan kami seharusnya menikmati peluang bermain sepak bola dalam atmosfer seperti ini."

Soal lawan, Kageyama menyatakan Indonesia adalah tim yang bisa bermain amat bagus, terlihat pada babak kedua saat melawan Qatar dan ketika mengalahkan UEA.

Ia menambahkan bahwa kemenangan-kemenangan atas Indonesia pada laga sebelumnya tak perlu diingat lagi. Apalagi, sambungnya, pemain dan pelatih yang dihadapi juga berbeda.

"Kami melawan tim yang berbeda dan ini pertandingan penting bagi kami. Kami tidak tahu apa yang terjadi bila gagal lolos ke Piala Dunia. Ini akan menjadi pertandingan yang sengit, karena Indonesia punya niat baik untuk laga ini," ucap Kageyama dalam CNN Indonesia.

Sebelum partai Indonesia vs. Jepang, pada pukul 16.00 WIB di stadion yang sama akan berlangsung partai perempat final lainnya antara Qatar melawan Thailand.

Dua laga babak delapan besar lainnya, Korea Selatan vs. Tajikistan dan Arab Saudi vs. Australia, akan berlangsung berturutan pada Senin (29/10) berturutan mulai pukul 16.00 di Stadion Patriot Candrabaga, Kota Bekasi, Jawa Barat.




Comments